»
Anda Sedang Membaca...
Artikel, Berita, Tips & trik

6 Tips sederhana ini bisa lindungi anak-anak di jejaring sosial

Peningkatan jumlah orangtua yang memberikan gadget canggih pada anak-anak mereka sejak usia belasan tahun turut melambungkan jumlah pengguna jejaring sosial di bawah umur. Peningkatan ini di satu sisi cukup baik karena membuat anak melek teknologi dan memudahkan mereka menjalin komunikasi yang lebIh luas.

Namun, pada beberapa kasus, anak-anak cenderung ‘menuangkan’ porsi kehidupan atau informasi pribadi yang berlebihan pada jejaring sosial. Tidak jarang mereka terjerat kasus cyber-bullying hingga kasus penculikan yang semuanya bermula dari jejaring sosial. Oleh sebab itu, peran orangtua tidak berhenti setelah mereka membelikan gadget atau PC saja, tetapi harus ikut serta mengawasi kegiatan anak-anak di jejaring sosial.

Selain mengawasi, orangtua juga bisa memberikan contoh yang baik bagi anak-anak terutama tentang etika menggunakan jejaring sosial yang baik. Berbagai macam jenis pendekatan lain juga bisa dilakukan untuk membuat anak-anak menggunakan jejaring sosial secara bertanggung jawab dan aman.

ilustrasi anak kecil bermain gadget

ilustrasi anak kecil bermain gadget

Seorang psikoterapi dan ahli ‘parenting’ bernama Amy Morin mengungkapkan beberapa tips berguna bagi orangtua untuk mengamankan anak-anak ketika beraktivitas di jejaring sosial,

1. Kenali jejaring sosial yang disukai anak-anak

Love-Social-Media

Jejaring Sosial

Agar dapat memberikan saran atau membuat aturan terbaik bagi anak dalam berinteraksi di jejaring sosial adalah dengan mengenal jejaring sosial itu sendiri. Orangtua disarankan untuk mengenali jejaring sosial yang jamak dipakai oleh anak-anak, seperti Facebook, Twitter, atau Instagram.

Orangtua pun bisa meningkatkan pengalaman berjejaring sosial dengan membuat akun di jejaring-jejaring sosial tersebut. Pengalaman personal memakai jejaring sosial diharapkan membuat orangtua lebih memahami perbedaan dan cara interaksi di masing-masing jejaring sosial.

Misalnya, ketika anak memakai Instagram para orangtua bisa memberitahu mereka jenis foto-foto yang boleh diunggah ke jejaring sosial tersebut. Beda halnya saat menggunakan Facebook, orangtua juga harus mengajarkan anak untuk tidak mengekspose informasi diri secara berlebihan, mengingat jejaring sosial ini lebih banyak digunakan dan mengandung bahaya yang lebih tinggi dibanding jejaring sosial lain.

Pengetahuan terhadap jenis dan karakteristik jejaring sosial membuat orangtua lebih bisa mengambil tindakan terbaik saat anak-anak menghadapi masalah di jejaring sosial tersebut. Sebab masing-masing jejaring sosial mempunyai resikonya sendiri-sendiri.

2. Terapkan aturan umur minimal pemakaian jejaring sosial

baby-gadget-2Setiap jejaring sosial mempunyai batas minimal umur masing-masing yang telah diatur sesuai dengan tingkat komunikasi yang terjadi di dalamnya. Misalnya, untuk bergabung di Facebook anak-anak minimal harus berumur 13 tahun untuk boleh mendaftar.

Jauh lebih baik memberitahu dan mengedukasi anak-anak tentang kapan waktu yang tepat untuk bergabung di jejaring sosial ketimbang langsung melarang mereka mendaftar. Terkadang larangan justru membuat anak-anak semakin terpacu untuk mendaftar secara diam-diam tanpa sepengetahuan orangtua.

Kebanyakan jejaring sosial memang mematok usia 13 tahun sebagai batas minimal untuk daftar, bila di bawah umur tersebut informasi diri yang dimasukkan haruslah atas seizin orang tua. Pembatasan umur minimal sebelum mendaftar di usia dini juga lebih baik ditaati oleh orangtua dan tidak langsung memberikan izin untuk mendaftarkan saat anak-anak menginginkannya.

Ingat, pembatasan usia di jejaring sosial tidak hanya untuk menghindari aksi-aksi kriminal yang mungkin terjadi, tetapi juga melindungi anak-anak dari pola dan isi komunikasi yang sejatinya belum menjadi konsumsi mereka sehari-hari.

3. Sampaikan bahaya jejaring sosial bagi anak-anak

20130922-174141Pikiran anak-anak yang masih polos terkadang membuat mereka tidak melihat secara jelas dampak negatif yang dapat terjadi akibat penggunaan jejaring sosial. Di sinilah peran orang tua diperlukan agar di anak dapat lebih memahami resiko berkomunikasi lewat jejaring sosial.

Anak-anak memang jarang menyadari bila aktivitas mereka dapat dilihat dengan mudah oleh orang lain. Pengguna lain bahkan juga dapat dengan mudah mendapatkan akses ke informasi diri termasuk foto-foto yang diunggah. Seringkali, keterlambatan menyadari hal ini dapat berpengaruh buruk bagi masa depan si anak.

Orangtua sebaiknya tidak hanya menceramahi anak-anak terkait dampak negatif dari jejaring sosial, tetapi juga berdiskusi dan memberikan contoh nyata seperti kasus penculikan atau cyber-bullying yang dapat terjadi sewaktu-waktu pada mereka.

Aktivitas diskusi seperti ini membuat anak-anak lebih terbuka dengan orangtua dan kelak tidak segan untuk bertanya apabila mereka menemukan hal-hal mencurigakan atau tidak menyenangkan di jejaring sosial. Alhasil, di kemudian hari mereka akan terbiasa untuk berpikir dua kali sebelum mengunggah atau memberikan komentar.

4. Letakkan komputer di area yang mudah dipantau

children-desk-decorationOrangtua juga bisa mulai membatasi sarana akses ke jejaring sosial, misalnya lewat komputer atau PC di rumah saja. Selain itu penting untuk tidak meletakkan PC tersebut di dalam kamar anak. Sebab, hal tersebut justru menyulitkan orangtua untuk mengawasi kegiatan anak-anak saat berinteraksi di jejaring sosial.

Orangtua dapat meletakkan komputer tersebut di ruang keluarga atau ruang santai lain yang mudah untuk diawasi. Anak-anak terbukti lebih jarang menggunakan jejaring sosial untuk kepentingan yang tidak baik saat mereka berada di bawah pengawasan orang tua.

Lebih lanjut, orang tua tidak hanya bisa melarang saja, namun dapat memberi nasihat atau menunjukkan konten-konten jejaring sosial yang mungkin dapat menampung minat anak-anak. Aktivitas bersama menggunakan jejaring sosial seperti ini dapat meningkatkan hubungan antara anak dan orangtua.

5. Buat aturan terkait pemakaian jejaring sosial

The 80 Rules Of Social MediaSaat anak-anak sudah merengek-rengek untuk membuat atau dibuatkan akun di jejaring sosial, orangtua dapat menurutinya dengan menyertakan syarat berupa aturan tertentu. Di samping membuat anak senang, hal ini juga dapat dipakai sebagai sarana latihan tanggung jawab yang cukup baik bagi anak-anak.

Namun, ada baiknya untuk tidak membuat aturan yang terlampau ketat saat menggunakan jejaring sosial. Aturan yang dibuat untuk membatasi aktivitas mereka di jejaring sosial sebaiknya adalah aturan yang tidak terlalu mengekang dan masih bisa membuat anak-anak menikmati aktivitas baru mereka.

Aturan yang terlampau mengekang justru dapat membuat mereka melakukan hal-hal yang tidak diinginkan orangtua secara sembunyi-sembunyi.

Membuat aturan yang menyenangkan dan bertanggung jawab juga dipandang baik untuk menumbuhkan kebiasaan beraktivitas di jejaring sosial yang baik bagi anak-anak. Sebagai contoh, orang tua bisa membatasi waktu untuk mengakses jejaring sosial yang di dapat anak selama satu minggu.

Contoh lainnya adalah dengan mengatur waktu-waktu tertentu yang bisa digunakan untuk login di jejaring sosial, seperti jam-jam orangtua pulang kantor. Sehingga, orangtua bisa mendampingi anak-anak saat menggunakan jejaring sosial.

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber : merdeka.com/teknologi/6-tips-sederhana-ini-bisa-lindungi-anak-anak-di-jejaring-sosial/cek-pengaturan-privasi-jejaring-sosial-anak-secara-berkala
Advertisements

About Guru Komputer

Partnering with you for a better world of work

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

facebook twitter google plus

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Join 1,354 other followers

%d bloggers like this: