»
Anda Sedang Membaca...
Artikel

Rahasia Dibalik Sebuah PowerBank

Zaman teknologi seperti sekarang yang serba cepat dan serba mobile tentu membuat smartphone menjadi perangkat wajib bagi anda. Apalagi sekarang smartphone telah berubah menjadi perangkat serba bisa, mulai dari kamera sampai alat untuk transaksi.

Salah satu kelemahan smartphone dari dulu adalah baterai yang cepat habis, apalagi bila smartphone tersebut memang haus daya dan disuplai oleh kapasitas baterai yang kecil seperti Samsung Galaxy S III yang hanya disuplai oleh baterai dengan daya 2.100 mAh.
20140328221314
Solusinya tentu bisa dengan membeli baterai dengan kapasitas lebih besar, seperti yang biasa disediakan oleh beberapa toko online. Tapi ada kekurangan dari solusi ini, yaitu dengan membengkak nya ukuran ponsel anda, dimana biasanya dengan membeli baterai dengan kapasitas super, anda harus mengganti back cover ponsel anda dengan back cover lebih besar yang sudah disediakan vendor baterai tersebut.

Solusi lain adalah menggunakan PowerBank, alat pengisi daya yang tengah menanjak popularitasnya ini, memang sekarang banyak diburu orang. Alat ini bekerja seperti pengisi daya biasa, tapi bedanya ada di portabilitasnya yang bisa anda bawa kemana saja.

Ya, alat ini berukuran kecil dan mempunyai konektor bermacam macam seperti micro USB. Hanya dengan menyambungkan PowerBank dengan ponsel anda dengan konektor tersebut, otomatis baterai ponsel akan terisi secara perlahan. Nah, PowerBank sendiri terdiri dari berbagai daya. Mungkin anda bingung apa maksud dari angka 2000, 5000, 12000 yang tertera di PowerBank.Akan kami jelaskan di point berikut.

Angka di PowerBank
Rahasia Kebohongan Dibalik Sebuah PowerBank
Maksud dari angka 2.000, 5.000, ataupun 12.000 yang tertera di sebuah PowerBank adalah indikator dari kapasitas total sel baterai yang ditanamkan didalam PowerBank tersebut. Logikanya, semakin besar angka yang tertera, maka makin besar kapasitas yang tersedia dan semakin besar tenaga yang disimpan dan siap disalurkan PowerBank tersebut ke perangkat anda.

Apa dengan begitu PowerBank dengan kapasitas 12.000 dapat mengisi ulang ponsel dengan kapasitas 2.000 mAh sebanyak 6 kali?

Tidak, mungkin secara matematis kita bisa menghitung seperti itu dimana 12.000 bila dibagi dengan 2.000 akan menghasilkan angka 6 yang berarti bisa di isi ulang sampai 6 kali. Namun, dalam prakteknya tidak seperti demikian karena adanya konversi tenaga dan tenaga yang hilang saat proses isi ulang dilakukan.

Biasanya PowerBank memiliki tegangan 3.7 volt dan untuk mengisi ulang baterai membutuhkan tenaga 5 volt. Begini perhitungan konversi nya :

(kapasitas PowerBank x tegangan PowerBank) : tegangan yang dibutuhkan

maka dalam kasus ini kita akan mendapatkan angka 8.880 dimana

(12.000 x 3.7) : 5 = 8.880

Nah, kita anggap tenaga yang hilang dari pengisian ulang daya adalah 10 %. Maka 8.880 dikurang 10% akan menghasilkan angka 7.992.

Jadi bisa kita simpulkan bahwa sebuah PowerBank dengan kapasitas 12.000 mAh, hanya memiliki kapasitas asli 7.992 mAh. Tiap kali pengisian daya membutuhkan 2.000 mAh, maka dengan PowerBank kapasitas ini kita dapat mengisi kurang lebih 4 kali saja dengan asumsi pengisian daya kali ke 4 tidak akan penuh.

Colokan Pada PowerBank
Rahasia Kebohongan Dibalik Sebuah PowerBank
Biasanya kita menemukan PowerBank dengan 2 buah colokan yang satunya akan tertulis 1A dan satu lagi 2A. Apa bedanya?

Colokan yang kita gunakan untuk mengisi baterai ponsel kita disebut dengan colokan output dan bila pada colokan output ini ditemukan angka 1A, ini berarti konektor output ini mampu mengantarkan arus sebesar 1 ampere. Begitu juga apabila kita menemukan konektor output dengan angka 2A, maka itu berarti konektor mampu mengantarkan arus sebesar 2 ampere.

Nah, apa maksud dari 1 ampere dan 2 ampere?
Ini berhubungan dengan waktu yang dibutuhkan untuk mengisi daya ponsel. Kita umpamakan sebuah ponsel seperti Galaxy S III dengan daya 2.100 mAh. Apabila kita mengisi daya ponsel tersebut dengan menggunakan colokan yang memiliki output 1A, maka lama pengisian daya akan memakan waktu 2 jam an. Contoh lain, misalkan kita menggunakan Motorola Maxx yang memiliki kapasitas 3.100 mAh. Maka kita akan membutuhkan waktu 3 jam untuk mengisi kapasitas ponsel ini dari kosong hingga penuh.

Lalu apakah dengan konektor 2A akan lebih cepat?
Belum tentu, karena tidak semua gadget mengijinkan pengisian diatas 1A. Ada beberapa ponsel yang membatasi pengisian daya hanya 1A. Jadi walaupun kita menggunakan konektor 2A, hasilnya pun tetap akan sama seperti konektor 1A. Tapi apabila gadget mendukung pengisian daya diatas 1A, hasilnya pengisian daya akan menjadi lebih cepat. Seperti Galaxy S III, pengisian daya dari kosong hingga penuh akan memakan waktu kira kira 1 jam saja.

Sumber : mobileworldku.blogspot.com/2013/05/rahasia-kebohongan-dibalik-sebuah
Advertisements

About Guru Komputer

Partnering with you for a better world of work

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

facebook twitter google plus

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Join 1,354 other followers

%d bloggers like this: