»
Anda Sedang Membaca...
Berita

Hilangkan Data di Ponsel Bekas Tak Cukup Factory Reset

Ribuan foto selfie ditemukan di beberapa ponsel yang berhasil di-ekstrak. Ini membuktikan, meski telah di-wipe, data di smartphone tidak serta merta menghilang.Dilansir BBC, Senin, 14 Juli 2014, sebuah perusahaan keamanan teknologi, Avast, melakukan uji coba terhadap beberapa ponsel bekas yang dibeli melalui situs online eBay. Avast menggunakan perangkat ekstraksi data biasa untuk melakukan forensik terhadap data-data yang ada di dalam ponsel bekas tersebut.

ilustrasi ©dreamstime.com

ilustrasi
©dreamstime.com

Data-data yang berhasil diambil Avast dari ponsel bekas itu tidak hanya gambar tapi juga email, pesan singkat dan history pencarian di Google Search.

Kebanyakan smartphone memang memiliki menu “factory reset” atau “kembali ke pengaturan awal”. Fitur itu didesain untuk menghapus dan membersihkan data yang ada, sehingga smartphone yang akan dijual bisa kembali ke kondisi awal saat baru dibeli.

Namun, Avast menemukan bahwa fitur itu hanya menghapus data index, bukan data satu per satu. Artinya, gambar, email dan pesan singkat masih bisa dikembalikan dengan menggunakan perangkat standar forensik biasa. Standar forensik itu bisa dibeli atau di-download dengan mudah.

“Kami hanya memperingatkan jika satu-satunya cara untuk benar-benar menghapus data yang ada adalah dengan menghancurkan smartphone itu sendiri,” tulis ahli keamanan Avast.

Avast mengklaim telah menemukan sekitar 40.000 foto di dalam 20 smartphone bekas yang dibelinya di eBay. Dari jumlah foto itu, sebanyak 750 gambar menunjukkan foto-foto seksi sampai tak berpakaian, sedangkan 250 foto menggambarkan kedewasaan pengguna sebelumnya.

Perusahaan keamanan teknologi itu juga menemukan tambahan 1.500 foto anak-anak, 1.000 histori Google Search, 750 email dan pesan singkat, serta 250 nama kontak dan alamat email.

“Menghapus file-file Anda dari smartphone Android sebelum menjual atau memberikannya pada orang lain, itu tidak cukup. Yang dibutuhkan adalah dengan menimpa file yang lain, sehingga membuatnya tidak bisa lagi ditarik,” tulis perusahaan tersebut.

Bantahan Google

Mendengar namanya disebut-sebut, perusahaan yang menggawangi Android dan Google Search ini langsung membuat pembelaan.

Menurut Google, penelitian yang dilakukan Avast dipastikan menggunakan smartphone dengan versi Android yang lama, sehingga tidak mencerminkan perlindungan keamanan dalam versi Android yang banyak digunakan orang.

Google menyarankan para pengguna untuk mengaktifkan enskripsi di perangkat mereka sebelum mengembalikan ke “pengaturan awal”. Hal ini untuk memastikan jika file-file tersebut tidak akan bisa diakses kembali.

Fitur enkripsi ini, kata Google, telah tersedia sejak 3 tahun lalu. Apple pun telah menyediakan fitur enkripsi seperti ini ke dalam hardware-nya sejak perilisan iPhone 3GS. Hardware enkripsi ini adalah permanen dan pengguna tidak bisa mematikannya.

Ditambahkan analis keamanan Grahan Cluley, jika pengguna sangat serius dengan keamanan dan privasi perangkat, pasti mereka akan menggunakan PIN atau password lain untuk mengunci smartphone. “Dan mereka akan memastikan jika data di dalamnya telah di-enskripsi,” kata Cluley.

Namun, tetap saja, hal itu dianggap tidak cukup. Pendiri keamanan cyber dan manajemen risiko untuk IT pemerintahan, Alan Calder, mengungkapkan jika menghapus data dan melakukan enkripsi tetap tidak cukup untuk membuat data itu menghilang selamanya.

“Jika Anda tidak ingin data di smartphone muncul kembali, hancurkan saja perangkatnya. Itu merupakan saran keamanan standar yang telah digunakan untuk melindungi drive di ponsel dan komputer. Cara itu sudah dilakukan sejak puluhan tahun lalu dan efektif,” ujar Calder.

 

 

Sumber : teknologi.news.viva.co.id/news/read/518170-samsung-perlahan-gerus-pasar-apple-di-eropa
Advertisements

About Guru Komputer

Partnering with you for a better world of work

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

facebook twitter google plus

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Join 1,354 other followers

%d bloggers like this: