»
Anda Sedang Membaca...
Artikel

Mengenal Lebih Jauh Hybrid Cloud

Saat ini banyak perusahaan yang mulai melirik implementasi hybrid cloud. Hal tersebut tak terlepas karena kondisi cloud computing yang semakin kompleks. Lalu, seperti apa hybrid cloud itu?Red Hat, sebagai salah satu perusahaan yang menyediakan solusi itu mengatakan, hybrid cloud kmerupakan gabungan dari private cloud yang dikombinasikan dengan public cloud.
hybirdcloud
Hybrid cloud sendiri hadir dari tuntutan kalangan enterprise yang menginginkan fleksibilitas komputasi cloud namun dengan tingkat keamanan ala dedicated infrastructure.

Banyak vendor teknologi yang mencoba menawarkan solusi cloud-nya masing-masing. Umumnya para vendor mengklaim solusi miliknya adalah yang terbaik dalam implementasi hybrid cloud. Namun kelemahannya adalah, hampir seluruhnya adalah properiatry software.

Artinya pengguna dipaksa menggunakannya sesuai standar yang diterapkan masing-masing vendor. Bahkan terkadang pengguna juga diharuskan membeli perangkat yang dibutuhkan oleh solusi yang ditawarkan.

Bagaimana bila pengguna dapat mengembangkan sendiri platform yang digunakannya pada hybrid cloud? Nah, inilah yang coba ditawarkan Red Hat. Dikenal lewat kehandalan solusi open source besutannya, distro Linux ini mengajak pengguna untuk menggarap sendiri solusi yang ingin digunakan pada hybrid cloud.

Menurut Gordon Haff, Cloud Evangelist Red Hat, open source menawarkan fleksibilitas tinggi bagi pelaku IT enterprise karena memberikan keleluasaan pengembangan. “(Open source) mengajak developer untuk all-out dalam (impelentasi) cloud,” ujarnya di kantor Red Hat di Ciputra World, Jakarta.

“Open source juga menghilangkan batasan-batasan yang ada pada propetiary software. Selain itu 76% perusahaan kini mulai mengganggap open source penting dalam cloud infrastructure,” imbuhnya.

Ia juga menyebut Google, Amazon, dan Facebook yang mengawali debutnya menggunakan open source, dan masih terus mengembangkannya hingga saat ini bersama Red Hat.

Perihal keraguan sebagian perusahaan yang menyangsikan keamanan komputasi cloud, Haff mengatakan menggunakan open source developer dapat menambahkan semacam pelindung yang membatasi antara cloud dan perangkat yang mengaksesnya.

Bila tak ingin repot, Haff menambahkan Red Hat juga memiliki solusi keamanan yang dapat mengisi celah tersebut.

Lebih lanjut, seiring perkembangan komputasi cloud, Haff memprediksi kedepannya hardware virtualization juga bakal popular. Karena solusi ini dianggap lebih efisien, terutama dari segi harga dan fleksibilitas. Apalagi bila dibandingkan dedicated infrastructure dimana pengguna wajib menggelontorkan dana yang tak sedikit bila ingin melakukan upgrade.

Red Hat sendiri sebagai perusahaan paling eksis di jagat open source belum lama ini mengumumkan solusi enterprise terbarunya yakni Red Hat Enterprise Linux (RHEL) 7. Solusi ini menjadi jawaban sebagai pondasi untuk hybrid cloud berbasis open source atau yang mulai disebut open hybrid cloud.

“Jadi Red Hat menawarkan Platform as a Service lewat RHEL 7. Selanjutnya developer dapat mengembangkannya sesuai kebutuhan bisnis,” pungkasnya.

 

 

Sumber : http://inet.detik.com/read/2014/06/20/073401/2613797/319/2/mengenal-lebih-jauh-hybrid-cloud
Advertisements

About Guru Komputer

Partnering with you for a better world of work

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

facebook twitter google plus

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Join 1,354 other followers

%d bloggers like this: