Saatnya Belajar Bermain Lebih Serius

belajatr bermain lebih seriusKOMPAS.com – Suatu hari di tempat penjual es kelapa di sekitar kompleks studio kami, Saya duduk menikmati sajian kelapa muda dengan ditemani dua orang anak sang penjual es kelapa. Sambil mengobrol dengan mereka Saya mengeluarkan perangkat tablet, membuka sebuah game yang sedang kami kembangkan, dan Saya biarkan mereka untuk mencoba.

Tanpa Saya berikan penjelasan apapun sang kakak yang berusia sekitar 7 tahun dalam waktu relatif singkat telah mampu memainkan game tersebut dan bahkan kemudian mampu mengajarkan sang adik yang berusia sekitar 5 tahun untuk juga bisa menikmatinya. Mereka berdua lalu sibuk bermain bergantian dengan gembira.

Sebuah pemandangan yang luar biasa di mana proses belajar dan mengajar terjadi secara spontan, efektif, dan penuh rasa gembira – sebuah pemandangan proses pendidikan yang mungkin menjadi mimpi kita bersama.

Anak-anak memiliki kemampuan luar biasa untuk bereksperimen. Mereka dengan pola pikirnya yang demikian luar biasa mampu menyerap, menganalisa, dan memecahkan masalah mereka sendiri. Dr. Sugata Mitra seorang peneliti sekaligus ahli pendidikan mengemukan bukti menarik terhadap fakta di atas lewat penelitiannya Hole in the wall.

Penelitiannya membuktikan bahwa dengan menyediakan sebuah lingkungan yang mampu memotivasi tumbuh kembang, rasa ingin tahu serta proses belajar mandiri, maka anak-anak mampu mengoptimalkan kemampuan mereka dalam berekperimen, mengeksplorasi hal baru, menyelesaikan masalah, serta membagi apa yang telah mereka pelajari.

Hasil Programme for International Student Assessment 2012 (PISA 2012), Indonesia berada di peringkat ke-64 dari 65 negara yang berpartisipasi dalam tes (siswa umur 15 tahun untuk 3 bidang: Membaca, Matematika, dan Sains). Para ahli pendidikan sudah siap dengan berbagai argumen dan solusi untuk ini.

Penulis melihatnya sederhana – sistem pendidikan kita belum memberikan ruang berarti untuk mengakomodir kemampuan anak-anak kita sendiri. Mereka dengan potensi luar biasa mungkin  dikerdilkan dengan sistem yang kita buat sendiri.

Game Sebagai Media Pembelajaran

Agustus 2013 lalu, di sela-sela International Conference on Serious Game and Social Connect 2013, penulis sempat berdiskusi dengan Prof. Scot Osterweil, Creative Director MIT’s Scheller Teacher Education Program, sebuah program di Massachusetts Institute of Technology (MIT) yang fokus mengembangkan game sebagai media pembelajaran.

Salah satu alasan MIT mendirikan program tersebut adalah karena keyakinan mereka akan potensi game sebagai media pembelajaran yang efektif. Prof. Osterweil memaparkan bahwa dengan desain yang tepat, game akan mampu menyediakan sebuah lingkungan yang sangat menunjang proses belajar efektif.

Alasannya sederhana, karena dalam game umumnya kita diberi kebebasan untuk bereksplorasi, untuk melakukan kesalahan, untuk memerankan berbagai identitas/melihat dari berbagai sudut pandang, serta memberikan kebebasan dalam mengatur tingkat usaha kita sendiri. Dengan kata lain, dengan design yang tepat maka game bisa menjadi sebuah media pembelajaran yang luar biasa.

Menariknya ternyata bukan hanya rekan-rekan di MIT yang telah menginisiasi riset serius untuk menjadikan game sebagai media pembelajaran, Pemerintah Singapura ternyata juga memberikan perhatian yang luar biasa untuk pengembangan game sebagai media pembelajaran. Melalui Game-Based Learning Initiative- Learning Sciences Lab National Institute of Education, Nanyang Technological University berbagai penelitian untuk pengembangan game untuk pendidikan selama beberapa tahun terakhir telah menjadi fokus dunia pendidikan di Singapura.

Game punya banyak potensi luar biasa. Namun seperti banyak hal lainnya di sekitar kita, belum banyak yang kita lakukan untuk mengoptimalkan potensi tersebut. Jangankan melihatnya sebagai sebuah media pembelaran yang efektif – kesadaran bahwa aktivitas bermain yang sehat juga merupakan proses belajar yang penting saja masih belum sepenuhnya kita yakini.

Mimpi membangun pendidikan Indonesia yang lebih baik adalah sebuah hal yang luar biasa besar, mungkin ada baiknya kita memulainya dengan belajar untuk bisa bermain lebih serius.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *