Interview, Kunci Penentu Lolosnya CPNS

aTRnlihyK2

JAKARTA – Setiap pelamar kerja, selalu melewati tahapan wawancara alias interview. Tak hanya perusahaan swasta, tahap wawancara pun ada di perusahaan negeri. Begitu juga ketika melamar menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Ketika sudah menjalani semua rangkaian tes, tahap wawancara menjadi salah satu yang paling penting dan menentukan lolos atau tidak lolosnya kalian. Biasanya, tes ini dilakukan pada akhir rangkaian tes serta menjadi detik-detik keberhasilan untuk bergabung di sebuah perusahaan yang dilamarnya.

Ya, tes wawancara ini selalu dilakukan oleh tim rekrutmen perusahaan sebelum calon karyawan atau CPNS akhirnya diterima menjadi PNS/karyawan perusahaan atau instansi terkait. Tes ini sangat penting untuk mengetahui dan mendalami sifat, karakter, dan pandangan calon karyawan terhadap profesionalisme dunia kerja.

Singkatnya, melalui tes wawancara ini, sebuah perusahaan dapat mengetahui apakah peserta tersebut layak untuk diterima menjadi PNS/karyawan atau tidak melalui jawaban-jawaban yang diberikan kepada tim pewawancara.

Educational Psychologist Irene Guntur, M.Psi., Psi., CGA mengatakan, untuk melalui tes wawancara, jika ada pertanyaan, CPNS harus menjawab dengan singkat, padat, dan jelas. Jangan menjawab pertanyaan tanpa adanya alasan.

“Tes wawancara itu pasti balik lagi, tergantung dengan dia mau melamarnya jadi apa, misalnya kalau wawancara ada tes kejujuran, ketika ditanya bagaimana kalau kamu sudah jadi seorang PNS terus kamu diminta datang untuk pukul 08.00 WIB. Bagaimana respons kamu, jika jawabannya ‘saya bersedia’ tapi ketika dilihat dari hasil tesnya dari salah satu tes psikotes ada juga yaitu menggambar, sepertinya orang ini bukan tipe yang bisa datang tepat waktu, nah itu kelihatan juga,” ujar Irene, saat berbincang dengan Okezone, Rabu (11/9/2013).

Lebih lanjut, selain adanya tes kejujuran, pertanyaan-pertanyaan yang menyangkut diri sendiri atau pribadinya masing-masing juga akan ditanyakan.

“Terus diminta untuk sebutkan apakah dia mengenal diri sendiri, misalnya sebutkan tiga kelebihannya apa, tiga kekurangannya apa, atau kalau kamu diterima di sini, kamu punya visi apa kalau kamu ada di tempat ini, kadang-kadang ada yang hanya menjawab ‘enggak ada, pokoknya saya mau kerja saja dan saya suka menjadi PNS’. Ini artinya dia belum tentu bisa dipromosikan untuk lolos CPNS, tapi kalau dia bisa menjelaskan mengenai visinya apa dan dengan visinya tersebut, maka kemungkinan akan lolos,” ucapnya.

Irene mengimbuh, dalam tes wawancara, setiap CPNS akan terlihat pribadinya masing-masing dari cara dia menjawab pertanyaannya.

“Dengan melalui wawancara itu akan lebih terlihat jelas sebenarnya, bagaimana cara dia menjawab, gerak-geriknya dia, apakah dia ragu atau enggak,” tutupnya.

Sumber: http://kampus.okezone.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *