Kampus Asia Mulai Bersinar di Dunia

GBJpPwRZlc
Kampus-kampus Asia, terutama Singapura, mulai menunjukkan kualitasnya dalam pemeringkatan kampus dunia.

JAKARTA – Perguruan tinggi Amerika Serikat (AS) dan Inggris memang masih mendominasi berbagai pemeringkatan kampus dunia. Namun, saat ini kampus-kampus Asia mulai menunjukkan taringnya. 

Dalam QS World University Rankings 2013/2014, 70% dari 62 perguruan tinggi Asia yang masuk 400 besar mengalami kenaikan peringkat sejak 2007. Hal ini berkebalikan dari apa yang dialami Amerika Serikat. Sejak krisis finansial AS, peringkat kampus-kampus AS dalam QS World University Rankings cenderung menurun.

Meski mulai menampakkan kekuatan, hingga saat ini belum ada institusi pendidikan tinggi Asia masuk ke 20 besar. Kepala Riset QS Intelligence Unit Ben Sowter mengatakan, selama enam tahun terakhir, perguruan tinggi Asia telah menunjukkan perkembangan yang stabil. Tantangannya sekarang, kata Sowter, adalah mematahkan dominasi AS dan Inggris dalam kelompok kampus elite dunia.

“National University of Singapore berada di peringkat ke-24, mengalahkan University of Hong Kong (26) sebagai perguruan tinggi Asia yang unggul untuk pertama kali,” imbuh Sowter, seperti dikutip dari keterangan resmi QS World University Rankings 2013/2014 kepada Okezone, Selasa (10/9/2013).

QS World University Rankings adalah daftar perguruan tinggi top sedunia yang dikeluarkan setiap tahun. Daftar ini dianggap sebagai pemeringkatan terpopuler dan paling dapat dipercaya. Pemeringkatan versi QS Intelligence Unit ini menyediakan informasi tentang keberhasilan suatu perguruan tinggi dalam misi mereka menjadi perguruan tinggi berkelas dunia.

Pada edisi ke-10 ini, QS World University Rankings 2013/2014 membuat peringkat 800 kampus top dunia (dari total 3.000 perguruan tinggi yang dipertimbangkan). Daftar ini juga menambahkan lebih dari 100 perguruan tinggi baru.

Pemeringkatan QS World University Rankings didasarkan atas empat pilar yakni riset, pengajaran, kemampuan pegawai dan internasionalisasi. Metodologi yang digunakan meliputi enam indikator: reputasi academik (40%), reputasi pegawai (10%), rasio dosen dan mahasiswa (20%), sitasi per fakultas (20%), mahasiswa internasional (lima persen) dan fakultas internasional (lima persen). Tahun ini, 62.094 akademisi dan 27.957 pegawai berkontribusi dalam pemeringkatan.

Sumber: http://kampus.okezone.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *