Lulusan Perguruan Tinggi Minim Soft Skills

5bvJsNOQnp

JAKARTA – Tidak bosan-bosannya pihak industri mengungkapkan pentingnya soft skills yang harus dimiliki oleh lulusan perguruan tinggi untuk bisa berhasil di dunia kerja. Sebab, pada kenyataannya, masih banyak kemampuan lulusan perguruan tinggi yang tidak sesuai dengan kebutuhan industri.

Pendapat tersebut disampaikan External Relation Director P&G Indonesia Bambang Sumaryanto dalam diskusi panel bertajuk “Bagaimana Mencetak Lulusan Sekolah Komunikasi dan Manajemen sesuai Standar dan Kebutuhan Industri serta Berkaliber Internasional?” Dia menyebut, meski berasal dari universitas ternama belum tentu menjamin lulusannya memiliki bekal soft skills yang cukup.

“Sangat susah mencari lulusan perguruan tinggi Indonesia yang memiliki soft skills sesuai kebutuhan kami. Soft skills tersebut berupa etos kerja di mana mampu tahan banting dengan persaingan dari Singapura, Filipina, dan sebagainya,” kata Bambang di Hotel Sangrila, Jakarta Selatan, Kamis (5/9/2013) malam.

Soft skills kedua yang belum dimiliki oleh para lulusan, lanjutnya, adalah komunikasi. Dalam berkomunikasi, dia menilai lulusan perguruan tinggi Indonesia bisa bersifat agresif atau bahkan terlalu halus sehingga tidak terdengar. Padahal, komunikasi yang dibutuhkan ialah yang bersifat asertif.

“Banyak yang tertinggal karena dalam metode pelajarannya banyak melupakan debat atau diskusi. Perkuliahan lupa bagaimana melatih seseorang menerima kritik tajam tanpa melibatkan emosi untuk menempa mental,” ujarnya.

Menurut Bambang, soft skills lain yang belum benar-benar dikuasai oleh lulusan perguruan tinggi Tanah Air berupa kemampuan kepemimpinan. Dia menyatakan, banyak pelamar yang mengaku memiliki banyak pengalaman kepempimpinan namun sebenarnya tidak tahu apa arti memimpin.

“Banyak yang mengaku punya pengalaman berorganisasi dan kepemimpinan saat. Padahal mereka tidak punya tiga faktor, yaitu tidak menyebutkan dan menjelaskan secara detail konteks , peran, dan hasil tanggung jawabnya sebagai pemimpin. Makanya banyak yang gugur waktu interview,” tandas Bambang.

Sumber: http://kampus.okezone.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *