Tips Cari Kerja untuk Para “Fresh Graduate”

0938473620X310

JAKARTA, KOMPAS.com — Para sarjana yang baru lulus belakangan ini dinilai memiliki kesiapan bekerja yang minim. Psikolog Kassandra Putranto bahkan mengatakan para lulusan fresh graduate itu hanya memiliki kesiapan sebesar 25 persen.

“Tidak semua mahasiswa fresh graduate langsung siap beradaptasi kerja bila minim pengalaman,” kata Kassandra Putranto dalam acara kuliah umum “Sukses Menghadapi Wawancara Kerja” di Universitas Mercu Buana, Jakarta, Senin lalu.

Sebelum lulus, Kassandra mendorong para mahasiswa untuk melakukan praktik kerja atau magang untuk menambah keahlian saat masih berada di kampus. Magang akan menambah kemampuan para lulusan baru dalam beradaptasi dengan lingkungan dan tugas di tempat kerja baru.

Selain itu, Kassandra memberikan 3 tips bagi para lulusan baru dalam mencari kerja:

1. Jangan terlalu banyak menyebar lamaran kerja
Menurut Kassandra, itu adalah bentuk pemborosan. Dia mendorong para mahasiswa untuk fokus mengirimkan lamaran ke perusahaan yang sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuan masing-masing.

2. Berikan kesan terbaik
Saat wawancara oleh bagian personalia, lanjutnya, Kassandra menyarankan untuk memberikan kesan terbaik dengan penampilan yang sopan dan sikap yang ramah.

3. Tunjukkan kemampuan diri
Saat negosiasi penawaran gaji atau honor, Kassandra menuturkan, lulusan baru biasanya “bernilai” antara Rp 2,5 juta sampai Rp 3 juta. Namun, apabila  telah memiliki keahlian yang telah terbukti selama magang, seseorang bisa melakukan negosiasi.

“Tunjukkan kemampuan diri dengan pengalaman dan skill karena akan memengaruhi nilai pendapatan,” ujarnya.

Sementara itu di UMB, Kepala Pusat UMB Career dan Training Center Wahyu Hari Haji mengatakan, pihaknya juga berupaya membantu calon-calon lulusannya untuk meningkatkan kemampuan dan kepercayaan diri dalam mendapatkan pekerjaan. Penanaman soft skill, nilai etika, dan budaya kerja disampaikan melalui beberapa pelatihan, seperti pelatihan psikotes, teknik wawancara, hingga komunikasi langsung dengan berbagai narasumber dalam kuliah umum.

“Untuk training, kita masukan ke dalam kurikulum sehingga semua mahasiswa merasakannya,” katanya.

“Jadi, mental mahasiswa sudah dibentuk sejak dini,” tambahnya kemudian.

Untuk lulusan baru, Wahyu berpesan agar tidak grogi dalam wawancara kerja. Pasalnya, itu berpengaruh pada hasilnya nanti.

“Grogi muncul karena tidak menguasai skill yang dimiliki dan minim pengalaman,” ujarnya.

Sumber: http://edukasi.kompas.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *