Hari Ini, Pendaftaran SBMPTN Dibuka

Ujian Masuk PTN - Peserta mengerjakan soal Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) bidang Ilmu Pengetahuan Sosial di Auditorium Gedung Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia di Depok, Selasa (12/6/2012). Sebanyak 4.000 peserta mengikuti SNMPTN bidang IPS di kampus UI.
Ujian Masuk PTN – Peserta mengerjakan soal Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) bidang Ilmu Pengetahuan Sosial di Auditorium Gedung Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia di Depok, Selasa (12/6/2012). Sebanyak 4.000 peserta mengikuti SNMPTN bidang IPS di kampus UI.

JAKARTA, KOMPAS.com – Pendaftaran Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) akan mulai dibuka pada hari ini, Senin (13/5/2013). Pendaftaran secara online ini dimulai pada pukul 08.00 WIB dan ditutup pada tanggal 7 Juni pukul 22.00 WIB melalui situs http://ujian.sbmptn.or.id.

Ketua Panitia Umum SBMPTN, Akhmaloka, mengatakan bahwa seleksi ini diperuntukkan bagi siswa yang tidak lolos SNMPTN dan siswa yang lulus SMA/SMK/MA sebelum tahun ini. Dengan demikian, tidak menutup kemungkinan bagi siapa saja yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi di PTN.

“Nanti mulai Senin sudah dibuka. Waktunya itu standar Indonesia Barat, jadi kalau Indonesia Tengah dan Timur menyesuaikan saja,” kata Akhmaloka saat jumpa pers SBMPTN di Hotel Atlet Century Park, Jakarta, Sabtu (11/5/2013).

Berbeda dengan SNMPTN, SBMPTN ini dikenakan biaya pendaftaran sesuai kelompok program yang dipilihnya. Untuk kelompok Saintek dan Soshum, peserta akan dikenai biaya Rp 175.000. Sementara untuk kelompok campuran, peserta akan dikenai biaya pendaftaran Rp 200.000.

“Kali ini juga diperbolehkan untuk memilih tiga prodi apapun kelompok programnya,” ujar Akhmaloka.

Hanya saja dalam pilihan program studi ini, seorang pendaftar berhak bebas memilih program studi pertamanya di 62 PTN yang ada. Sementara untuk pilihan kedua dan ketiga, seorang pendaftar wajib memilih program studi yang ada di PTN sesuai dengan wilayahnya.

“Jadi kalau domisili di Papua, maka anak tersebut untuk pilihan kedua dan ketiganya harus di wilayah Indonesia Timur,” tandasnya.

Sumber: http://edukasi.kompas.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *