Jangan Pernah “Telanjang” di Dunia Maya

tumblr_mbqfy5SM5U1ry62gc

Kejahatan bisa terjadi dimana saja, kapan saja dan terhadap siapa saja. Jadi, Waspadalah! Kalimat ini tidak bosan-bosannya saya dengungkan ke diri saya sendiri. Selaku pengguna jaringan internet dan terlibat dalam berbagai jejaring sosial media, hal ini perlu dicamkan baik-baik, agar tidak lengah. Belakangan ini makin marak kejahatan terjadi khususnya kejahatan online, kejahatan di dunia maya, bukan dunia nyata. Wikipedia menyatakan kejahatan dunia maya (cybercrime) adalah istilah yang mengacu kepada aktivitas kejahatan dimana komputer atau jaringan komputer menjadi alat, sasaran atau tempat terjadinya kejahatan.

Tempo.co melansir bahwa polisi berhasil menangani 600 kejahatan online per tahun! Tapi, ibarat gunung es, kejahatan online sesungguhnya agak sukar untuk diukur perkembangannya kaitannya dengan kasus cyber. Bisa jadi kejahatan yang ada lebih dari 600. Kejahatan yang terjadi mulai dari kasus penipuan hingga berujung ke pelecehan seksual, seperti yang marak diberitakan akhir-akhir ini. Kemajuan teknologi dan minimnya pengawasan sejatinya dapat mendorong terciptanya jenis-jenis kejahatan skala baru. Ibarat pisau bermata dua, siap mengiris kapan saja.

Seperti yang diberitakan dalam Intisari, beberapa kasus kejahatan dan pelecehan seksual berawal dari dunia maya. Sehingga disarankan agar kita tidak terlalu “telanjang” dalam menulis di media sosial, khususnya facebooktwitter, dan lain sebagainya. “Telanjang” dalam artian disini yaitu selalu menceritakan dan terlalu terbuka dengan kejadian sebenarnya yang dituangkan semua dalam media sosial tersebut sehingga bisa-bisa kita menjadi sasaran empuk para calon penjahat. Apalagi akan lebih besar kemungkinan kejahatan terjadi ketika kita memasukkan data maupun foto pribadi termasuk meng-update status secara berkesinambungan. Hal ini akan menjadi celah bagi cybercriminal atau cyberstalker (penguntit maya) untuk melakukan kejahatan online. Sehingga, jangan pernah terlalu terbuka dengan identitas pribadi serta menulis seluruh jadwal rutinitas sehari-hari sebab orang akan dapat dengan mudah menguntit dan melakukan tindak kejahatan. Bagi sebagian orang mungkin akan berbangga hati ketika follower nya bertambah tapi siapa sih yang akan senang kalau diikuti penguntit?  Maka diharapkan untuk tidak dan jangan pernah “telanjang” ketika berselancar di dunia maya!

Adapun langkah konkrit dari pemerintah sendiri kaitannya dengan kejahatan online ini yaitu masyarakat yang pernah mengalami kejahatan online atau menjadi korban, bisa melaporkan kejahatan yang dialami tersebut dengan mengirimkan laporan kecybercrime@polri.go.id

Mengutip quote dari seorang Bill Gates dimana beliau menyatakan “Kemajuan teknologi didasarkan bagaimana membuatnya cocok sehingga Anda tidak benar-benar menyadarinya hingga menjadi bagian keseharian dalam hidup”

Tetap WASPADA! Karena tidak ada salahnya 🙂

Sumber: http://teknologi.kompasiana.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *